Facebook dan pendirinya, Mark Zukerberg digugat sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 9 triliun lantaran memuat akun ajakan intifada melawan negeri Zionis Israel.
“Trird Intifada,” begitu salah satu akun di jejaring sosial yang dianggap menggangu Larry Klayman, warga Amerika keturunan Yahudi.
Larry yang mengaku aktif dan bertanggungjawab dalam keamanan Israel mengajukan permohonan gugatan di Pengadilan Tinggi Amerika. Alasannya laman itu telah mengancam Israel sebagai negara merdeka.
Menurutnya akun Trird Intifada sangat berbahaya lantaran diikuti setengah juta pengguna facebook.
Selain meminta ganti rugi, Larry meminta pengelola facebook segera menutup akun tersebut. Gugatan Larry sungguh manjur pekan ini facebook menutup akun tersebut.
Juru Bicara Facebook dalam keterangan persnya mengatakan gugatan yang dilakukan Larry tidak berdasar. “Kami akan melawannya,” katanya dalam Straits Times 2 April.
Facebook mengatakan, halaman itu awalnya bisa ditoleransi karena ‘diawali sebagai panggilan protes damai’ namun panggilan langsung kekerasan mulai muncul setelahnya. [detik]
Facebook hapus laman Intifada
Halaman di situs jejaring sosial Third Palestinian Intifada dihilangkan karena mengandung ajakan untuk melakukan kekerasan, demikian pernyataan seorang juru bicara Facebook.
Sebagai contoh, ada halaman The Third Palestinian Intifada yang mengajak sebuah aksi setelah shalat Jumat, 15 Mei mendatang.
“Hari penghakiman akan membawa kami sebagai muslim untuk membunuh semua Yahudi,” demikian kutipan dari ajakan di halaman tersebut.
Meski telah ditutup tetapi kantor berita AFP melaporkan kalau sudah ada 3 halaman baru yang serupa muncul di Facebook dengan lebih dari 7.000 orang telah bergabung di dalamnya.
Facebook menyatakan halaman itu sebelumnya hanya berisi ajakan untuk mengadakan aksi damai, meski menggunakan istilah “intifada” yang berarti pemberontakan dengan kekerasan.
“Tetapi belakangan banyak komentar yang justru mengajak untuk melakukan kekerasan,” kata Andrew Noyes, juru bicara Facebook.
Sebelumnya Israel mengungkapkan kekhawatiran atas keberadaan halaman itu dengan pernyataan kalau Facebook membantu penyebaran aksi protes di negara-negara Arab.
Dalam sebuah surat kepada pendiri Facebook Mark Zuckerberg, Menteri Informasi Israel Yuli Edelstein mengatakan, halaman tersebut mengandung “hasutan yang liar” dengan ajakan membunuh Yahudi dan membicarakan soal ”pembebasan” Yerusalem melalui kekerasan.
“Saya meminta Zuckerberg, kalau garis batas antara kebebasan berekspresi dan hasutan dan kekerasan jangan sampai terlampaui,” katanya.
Demetri Deliani, seorang anggota partai Fatah Palestina, mengejek permintaan Israel tersebut.
“Sepertinya Menteri Yuli Edelstein perlu belajar lagi dalam hal hak asasi manusia dan kebebebasan berekspresi, karena dia tidak tahu mengenai penghormatan bagi opini setiap orang di dunia,” katanya kepada kantor berita Palestina, Wafa. [bbc-Indonesia]
Berita yang masih hangat tentang Intifada di Facebook
- Kelamaan Tutup Akun Jihad, Facebook Digugat
- Facebook Dituntut Rp8,7 T Atas Halaman Intifada
- Gara-gara Intifada, Facebook Digugat Rp 9 Triliun
- Facebook Tolak Hapus Halaman Anti Israel
- Facebook Lenyapkan Halaman Anti Israel
- Facebook Menghapus Halaman ‘Intifadah’
- Billion-Dollar Lawsuit Over Facebook ‘Intifada Page’
- Facebook Roundup: White House, Insider Trading, Intifada, Jive …
- Facebook page inciting Palestinian violence toward Israel removed
- Facebook: Intifada page removed when comments ‘deteriorated to …
Inilah video Intifada di youtube
Facebook, appel 3e intifada
Third Intifada Plaestine Facebook page .. Deleted by Facebook
Hating Israel on Facebook
Edelstein calls on Facebook to remove Intifada page
















Thanks for reading. Please comment for this post
Facebook Digugat Gara-gara Akun Intifada